“Berkunjung ke Labuan Bajo kurang lengkap kalau tidak menikmati keindahan bawah lautnya. Sebab, viewnya memang sangat eksotis. Saat menyela atau snorkling, siapapun bisa menikmati beragam biota dan terumbu karangnya. Pokoknya, perairan di sana sangat direkomendasikan untuk dieksplorasi,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Rabu 9 Oktober 2019.
Di zona selatan Pulau Komodo terdapat biota laut langka Sea Apple atau Sea Cucumber dari keluarga Timun Laut. Biota laut tersebut konon banyak memiliki manfaat sebagai obat dan makanan. Ada juga koleksi hard coral dan soft coral. Bentuknya cantik dengan warna eksotis.
“Pulau Komodo bukan sekadar menawarkan keunikan satwanya. Di situ juga ada keindahan bawah air yang fenomenal. Beberapa biota bahkan sangat khas. Kawasan ini sangat kaya. Apalagi, kondisi alamnya sangat alami dan terjaga,” terang Rizki.
Pemandangan bawah air Pulau Padar juga tidak kalah menarik. Spot diving yang terkenal adalah Three Sister. Berupa 3 pilar batu besar di dasar laut lengkap dengan biotanya. Ada surgeonfish, snapper hingga jenis manta kecil. Ada juga soft coral warna warni, spoon, dan frog fish. Surgeonfish ini terkenal sangat sosial dan hidup membentuk koloni besar.
“Perairan Labuan Bajo secara garis besar banyak memiliki spot diving. Salah satu area yang lengkap ada di kawasan Taman Nasional Komodo. Perairan di sini menjadi rujukan bagi para divers dunia. Mereka selalu terkesan dengan beragam keindahan yang ada di dalamnya,” jelas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional IV Kemenpar Adella Raung.
Kehidupan bawah laut Taman Nasional Komodo dengan kawasan Pulau Rinca. Apalagi, spot diving di sini berada di Pengah dan Wainilu. Secara teritori, kawasan ini masuk area sentral. Karakteristik uniknya adalah suhu air yang kerap berubah dingin dan hangat. Temperaturnya bahkan mencapai 26 derajat celcius. Dengan karakter tersebut, kawasan tersebut memiliki kombinasi soft dan hard coral terlengkap.