Kendati demikian, Sisca tidak memungkiri bahwa harga juga menjadi pertimbangan utama orang-orang tertarik untuk menyantap makanan di restoran tersebut. Oleh karena itu, bila nantinya semakin banyak restoran menjamur di ibu kota, hanya tempat dengan harga terjangkau saja yang akan bertahan.
"Asal enggak mahal, pasti banyak yang mau makan. Karena bukan persoalan nafsu atau porsi makannya saja yang besar, restoran ini menyajikan nuansa yang lain dibanding restoran-restoran pada umumnya," tegas Sisca.
Nuansa baru ini dikaitkan dengan kebebasan para pengunjung dalam meracik bumbu masakannya sendiri.
"Istilahnya the choice is yours, pilihan ada di tanggan pelanggan. Restoran hanya menyediakan bahan mentah, pelanggan lah yang nanti akan meracik bumbu makanannya sendiri," timpalnya.