Setelah sukses diterapkan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, program STOP kini diberlakukan di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Hal ini berupaya untuk mencegah bocornya sampah plastik menuju laut.
Seperti diketahui Bali menyumbang 33 ribu ton sampah plastik per tahunnya yang bocor ke laut. Sekira 2.700 ton sampah plastik tersebut diperkirakan berasal dari Kabupaten Jembrana yang berlokasi di pantai barat laut Bali.
Tentunya hal ini sangat disayangkan, mengingat sektor pariwisata Bali sangat tergantung dengan kondisi laut yang Indah. Alhasil Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana bekerjasama dengan Alliance to End Plastic Waste (AEPW) sepakat menggalakkan program STOP.
Program STOP akan memberikan dukungan kepada kota-kota untuk mencapai target nol kebocoran sampah ke lingkungan. Selain itu, program ini untuk mengurangi dampak buruk dengan pengelolaan sampah plastik yang baik.