MUNGKIN ada yang senang melakukan gerakan mematahkan leher sampai bunyi "kreek". Tapi tahukah Anda, alih-alih menghilangkan pegal, gerakan ini malah menyebabkan konsekuensi jangka panjang yang jauh lebih serius, yakni stroke.
Melansir Mirror, Senin (9/9/2019), gerakan mematahkan leher pada beberapa kasus memicu terjadinya stroke.
Mengapa gerakan seperti ini bisa memicu stroke? Suara 'kreek' berasal dari peregangan kecil yang mengarah ke pemisahan sementara permukaan sendi dan pengembangan gelembung udara. Gerakan tersebut bisa berisiko terjadinya diseksi atau robekan kecil (diseksi) di lapisan dalam arteri.