"Tapi kalau kami yang sudah mengenal dari kecil, bisa membedakannya. Dari segelintir daun saja sudah tahu mana yang bisa digunakan sebagai obat, mana yang beracun," imbuh Kameliati.
Berbicara mengenai pemanfaatan bajakah, Kameliati menuturkan bila sudah sejak lama obat tradisional digunakan untuk mencegah berbagai penyakit seperti tumor, kanker, jantung, dan ginjal. Namun memang tergantung dari jenisnya. Untuk obat kanker payudara yang ditemukan oleh dua siswa SMA, dirinya tidak bisa memastikan jenis bajakah.
"Saya lihat pertama itu seperti bawang dayak, kemudian pas dilihat lagi seperti bajakah salalawi. Kemudian terakhir saya lihat akarnya berwarna kuning seperti bajakah bahenda yang memang betul-betul jadi obat, tapi bukan buat kanker aja. Bisa buat liver, malaria, dan lain-lain," terang Kameliati.