Bahkan, pernah suatu momen di mana Ana dilabrak pacar teman cowoknya. Tidak secara langsung memang, tapi chat yang diberikan pacar temannya itu cukup tegas dan tidak ada kalimat bercanda. Ya, bisa dibilang Ana dilabrak pacar teman cowoknya.
"Aku diginiin, kalau temenan doang, enggak mungkin sampai segitunya. Kemana-mana berdua, apa-apa selalu bareng. Dari situ aku coba ngejauh. Aku juga mesti ngertiin kondisi temen cowok aku. Yaudah, sekarang kita gini-gini saja, nggak begitu banyak ketemu atau ngobrol," ceritanya.
Namun Ana cerita kalau dirinya masih suka sesekali 'nyolong' momen buat ketemu atau curhat bareng. Itu karena teman cowoknya sering ngajak curhat duluan membahas pacarnya.
Ana pun tak bisa menolaknya karena dia merasa, dirinya memang akan selalu ada buat teman cowoknya itu dan perasaan itu sulit buat dihilangkan. Namanya juga teman dekat dan 'rasa pacar'.
"Sekarang kita hidup masing-masing memang, aku sama pacar aku, dia sama pacarnya. Tapi, kalau memang pengin cerita atau ketemu, kalau memang memungkinkan, ya, kita ketemu. Tapi, yang jelas sudah tak bisa sebebas dulu lagi," pungkas Ana.
(Martin Bagya Kertiyasa)