Seorang netizen tak sengaja menemukan sticker Presiden Jokowi saat mengunjungi Raohe Street Night Market, Taipei, Taiwan. Objek wisata ini memang cukup populer di kalangan wisatawan yang ingin menikmati suasana malam, sembari membeli buah tangan dengan harga yang sangat miring.
Kepada Okezone, sang netizen yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengaku memilih Taiwan sebagai destinasi liburan karena sejumlah alasan pribadi. Salah satunya menyangkut industri seni dan design negara tersebut.
"Ke Taiwan sebetulnya untuk liburan aja. Kebetulan industri seni dan designnya lagi bagus," tutur si netizen saat dihubungi Okezone via DM Instagram, Selasa (22/7/2019).
Namun saat menyambangi Raohe Street Night Market, perhatiannya tiba-tiba teralihkan pada salah satu lapak yang menjual sticker bermotif unik seperti, Pikachu, Anpanman, Totoro, Shincan, Astro boy, Goku, Arale, Luffy, hingga bendera dari berbagai negara di dunia.
Nah, dari ratusan sticker yang dijajakan, terselip sebuah sticker berwarna hitam putih dengan siluet yang sudah tidak asing lagi. Sticker itu ditaruh di atas sticker bendera Indonesia.
Usut punya usut, sticker tersebut ternyata merupakan potret Presiden Joko Widodo yang telah diedit sedemikian rupa. Kendati demikian, senyuman khas Jokowi juga tidak hilang sedikit pun meski potret dirinya sudah disulap menjadi sebuah sticker.
"Iya tadi lihat sticker itu terus saya masukin di Instagram. Sayangnya enggak sempat ngobrol sama penjual, karena keknya susah juga dia orang lokal, dan saya enggak bisa Bahasa Mandarin," kata si netizen.
Pemandangan unik ini menarik perhatian Okezone untuk melakukan kilas balik terkait perolehan suara Pilpres 2019 di Taiwan. Dikutip dari Antara, Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Taiwan Fadlillah Ahdiyat dalam keterangan tertulis menyebutkan pasangan nomor urut 01 itu meraih 72.726 suara atau sekitar 86,4 persen dari 86.208 pemilih.
Sementara pasangan nomor urut 02 meraih 11.412 atau 13,6 persen dari WNI di Taiwan, baik yang memilih secara langsung di TPS, kotak suara keliling, maupun melalui pos surat, pada Minggu 14 April. Surat suara tidak sah dilaporkan sebanyak 2.070 lembar atau sekitar 2,4 persen.
Mungkin inilah alasan sticker Presiden Joko Widodo masih menghiasi lapak pedagang sticker di Taiwan, mengingat mayoritas WNI di negara tersebut memberikan suara mereka untuknya.
(Utami Evi Riyani)