Urusan pribadi pun dikuasai orangtua
Dia melanjutkan, ibu dan ayahnya tidak ingin dia pindah dari rumah keluarga. Angelica bahkan tidak diizinkan membeli pakaian tanpa ibu di sampingnya. Sebab, apa yang dikenakan Angelica, itu adalah keputusan ibunya.
Ibunya juga selalu hadir saat Angelica pergi kencan. Jadi, dia harus memesan meja untuk tiga orang sehingga ibunya bisa duduk di meja yang sama selagi teman kencannya dan dia makan malam.
"Jadi, aku belum pernah punya pacar yang serius. Semua teman laki-laki yang saya kenal hanyalah teman," sambungnya.
Meski dikekang sampai urusan pribadi, Angelica mengaku benar-benar mencintai keluarganya dan tidak ingin mengecewakan mereka. Jika dia memutuskan untuk hidup terpisah atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan orangtuanya, bagi Angelica itu akan menjadi skandal besar di hidupnya.
Di lain sisi, Angelica berharap bisa keluar dari kekangan orangtuanya suatu hari nanti. Sebab, sudah sepanjang hidupnya dia berada di "rumah kaca" dan selalu diawasi orangtua. Dia ingin juga merasakan kehidupan yang normal dan dia pengin sekali hidup mandiri.
"Orangtua saya telah menahan saya di sebuah istana kaca sepanjang hidup, tetapi suatu hari mudah-mudahan, saya dapat membebaskan diri. Tidak ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang mandiri," tambahnya.
(Utami Evi Riyani)