Namun sayangnya, masih banyak yang nekat memesan 1 porsi untuk disantap bersama-sama. Para penduduk lokal juga dikabarkan kerap membawa makanan dan minuman dari luar restoran, hingga mengajak bayi dan balita yang dianggap dapat mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.
"Orang Jepang selalu berpikir bahwa pembeli adalah Tuhan, di samping itu banyak yang menganggap perilaku turis asing itu sangat menjengkelkan. Saya rasa keputusan saya ini tepat untuk membuat jera mereka," terang Arima.
Meski dalam waktu sehari Yaeyama Style hanya mampu menjual dua mangkuk ramen, Arima mengatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Dampaknya memang menurunkan set kami, tapi untuk saat ini saya akan terus menerapkan peraturan tersebut sembari bersantai dan membersihkan restoran," tukasnya.
(Utami Evi Riyani)