Apa yang dilakukan untuk mengatasinya?
Dengan kondisi liver yang tidak maksimal karena terinfeksi, maka yang perlu dilakukan adalah mengurangi beban liver semaksimal mungkin. Artinya, para pasien diharuskan istirahat total.
"Itu akan mengurangi beban liver yang sedang sakit. Diharapkan dengan seperti itu bisa sembuh sendiri dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Achmad Yurianto.
"Kalau memang sudah terinfeksi dengan grade yang tidak terlalu berat, biasanya dalam waktu dua minggu sudah pulih," imbuhnya kemudian.
Dia pun menambahkan, yang perlu dilakukan kemudian adalah mengamankan sumber makanan dan air yang diduga tercemar dan mengamankan orang yang sudah terjangkit untuk tidak menjadi sumber pencemaran yang baru.
Pasca-penetapan KLB hepatitis A, Dinas Kesehatan Pacitan langsung memberikan zat desinfektan air terhadap sumber dan tempat penampungan air.
Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyediakan pasokan air bersih bagi daerah yang kekurangan air bersih.
Apa antisipasi bagi mereka yang belum terjangkit?
Camat Sudimoro, Wawan Pujiatmoko mengatakan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, pihaknya getol mensosialisasikan pola hidup bersih kepada warganya.
"Karena salah satu penularannya kan melalui media bekas tempat makan dan air," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono pun mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci tangan sebelum menjamah makanan dan sesudah buang air besar.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk memasak air terlebih dulu sebelum dikonsumsi
"Karena virus hepatitis A itu tahan terhadap panas. Jadi kalau mendidih, jangan langsung digunakan, tunggu dua tiga menit terlebih dulu," kata dia.
Pascapenetapan KLB, Pemerintah Kabupaten Pacitan intensif melakukan sosialisasi untuk memutus rantai penularan hepatitis A.
(Renny Sundayani)