“Peningkatan diabetes sangat cepat sekali dan para pasien tidak menyadari dirinya mengalami diabetes. Jadi dia kalau gak tau, maka tidak berobat dan pada akhirnya mereka sakit jantung dan ginjal yang berujung pada habisnya anggaran BPJS,” lanjutnya.
Ia pun menjelaskan rendahnya pengetahuan para masyarakat akan penyakit ini sebagai salah satu akibatnya. Kebanyakan orang masih menggunakan pil dah jarang yang mau menggunakan insulin. Selain itu mereka juga kerap berhenti berobat ketika tubuhnya merasa sudah agak membaik.
“Pengobatan diabetes di Indonesia masih menggunakan pil, lima persen menggunakan insulin dan sisanya menggunakan campuran pil. Sebagian dari mereka akan berenti beribat saat merasa sudah enak. Dan berenti berobat akan menyebabkan gula darah naik dan menyebabkan komplikasi,” tuntasnya.
(Dinno Baskoro)