Yuk Deteksi Dini Stroke lewat Irama Jantung, Gak Perlu Alat Kok!

Dewi Kania, Jurnalis
Kamis 27 Juni 2019 09:11 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

PENYAKIT stroke sebenarnya bisa dideteksi lewat irama jantung atau fibrilasi atrium (FA). Karenanya, Anda harus peka untuk mencegahnya agar tak berdampak buruk.

Ketika mengidap FA, denyut jantung seseorang menjadi tidak teratur. Denyutnya bisa antara 450 sampai 600 sumber, artinya potensi mengalami stroke lebih tinggi ketimbang lainnya.

Di negara kita, diduga ada 2,2 juta orang menderita FA. Adapun faktor risikonya karena usia, hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner dan faktor riwayat keluarga.

Spesialis Jantung Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K) menjelaskan, ketika terjadi FA, akan timbul gumpalan darah di area jantung. Ketika gumpalan terlepas, pastinya akan menyumbat di otak.

"FA bukan saja iregularitas irama, tapi bisa juga menyebabkan stroke. Stroke bisa meningkat sekira 500 persen pada pasien FA," tutur Prof Yoga di sela Kampanye FA 2019: MENARI (Meraba Nadi Sendiri) di RS Jantung Harapan Kita.

Prof Yoga menerangkan, ciri-ciri paling mudah dilihat adalah saat seseorang melakukan aktivitas berat sedikit saja, langsung merasa mudah lelah. Tapi paling sering, pasien mengalami sesak napas dan berdebar. Ini beberapa gejala yang harus diwaspadai agar tak berdampak buruk.

Nah, untuk mencegah risiko FA, Spesialis Jantung Dr Agung Fabian, SpJP(K) menganjurkan agar penderita melakukan deteksi dini. Caranya yakni meraba nadi yang dilakukan dengan tiga jari.

Cara cek detak jantung lewat nadi untuk cegah stroke.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya