Manusia Telan Ribuan Plastik Setiap Tahunnya, Ini Buktinya!

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis
Senin 24 Juni 2019 20:40 WIB
Upaya Mengurangi Sampah Plastik dan Cara Mendaur Ulang Plastik (Foto: Heru Haryono/Okezone)
Share :

Dalam mewujudkan World Without Waste, brand Coca-Cola Indonesia menyerukan gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah. Sebuah inisiatif peduli lingkungan untuk berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik di dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk turut aktif dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia.

Gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah menghadirkan rangkaian kegiatan edukasi dan diskusi bersama para pakar, yang bertujuan untuk menambah wawasan peserta mengenai kemasan plastik, diskusi penanganan dan manajemen sampah plastik dengan konsep circular economy. Kegiatan edukasi ini juga diisi dengan kegiatan lokakarya kreatif dan edukatif yaitu daur ulang sampah botol plastik menjadi barang yang memiliki nilai baru bersama peserta.

Gerakan Plastic Reborn #Berani Mengubah, hari ini menghadirkan; Professor Enri Damanhuri, Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah, Institut Teknologi Bandung, Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia, Gunawan Mangunsukarjo, Regional Technical Director Coca-Cola Indonesia dan Iqbal Alexander, Pendiri Komunitas Kertabumi Klinik Sampah.

Jika dilihat dari sudut pandang industri, plastik merupakan bahan baku sehingga ada nilai ekonomi di dalamnya, sehingga memiliki nilai manfaat ekonomi tidak hanya untuk industri tetapi juga untuk masyarakat. Gunawan Mangunsukarjo, Regional Technical Director Coca-Cola Indonesia, menyampaikan “Plastik merupakan inovasi luar biasa yang bersifat fleksibel, affordable dan tahan lama, karenanya penggunaan plastik dalam berbagai bentuk telah menjadi bagian tak terhindarkan dari kehidupan masyarakat modern,” bebernya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, saat ini kapasitas terpasang industri kemasan plastik mencapai 2,35 juta ton per tahun. Namun, utilisasinya sebesar 70 persen, sehingga rata-rata produksi mencapai 1,65 juta ton, sedangkan penyerapan tenaga kerjanya sekitar 350.000 orang.

Namun disisi lain, keuntungan dari penggunaan kemasan plastik juga memiliki dampak terhadap lingkungan. Sampah telah menjadi sebuah persoalan yang mendapat perhatian masyarakat global dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah komposisi sampah plastik khususnya, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2016 – 2017 menempati posisi kedua setelah sampah sisa makanan dengan jumlah sebesar 12.40%.

Professor Enri Damanhuri, Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah, Institut Teknologi Bandung, menuturkan “Permasalahan sampah memang merupakan tugas dari seluruh pihak. Namun, penanganannya dapat dimulai dari individu masing-masing. Artinya semua orang Indonesia harus dapat mengelola sampahnya di sumber mereka sendiri, di rumah, sekolah atau kantor.”

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya