“Media sosial memiliki efek substantial di kultur kehidupan budaya kita secara menyeluruh. Media sosial sangat besar memengaruhi tren operasi plastik dan juga perawatan kosmetik, dan memang ada perubahan yang sangat cepat dalam kurun waktu lima tahun terakhir,” ungkap Julian.
Salah satu contohnya disebutkan oleh Julian, ialah di mana sekarang para pasien operasi plastik lebih banyak mengambil foto wajah diri sendiri alias swafoto yang akhirnya membuat “kesadaran” akan penampilan diri sendiri semakin jauh.
Kini, sebagai hasilnya tidak hanya angka tindak operasi plastik yang meningkat secara global namun juga rentang usia para pasien yang jauh menurun. Dari rata-rata usia 42 tahun, semakin turun semakin muda ke usia 37 tahun untuk lingkup Western dan Eropa.
Begitu juga di Asia, salah satunya China. Menurut laporan platform prosedur kosmetik Geng Mei, yang dirilis 2018 lalu, nilai value industri operasi kosmetik domestik disebutkan mencapai USD71,8 miliar. Ditambah dengan adanya peningkatan jumlah sebanyak 10 persen pada kemunculan klinik operasi plastik jika dibandingkan pada 2017 silam.
(Utami Evi Riyani)