3. Menyelamati hubungan barunya
Begini, tujuan dari menyelamati hubungan baru pasangan itu apa? Apakah Anda ingin memberitahu mantan Anda bahwa Anda sudah benar-benar lapang dada dengan kepergiannya? Ataukah sekedar ingin melanjutkan kembali komunikasi yang sudah terputus?
Seperti yang diungkapkan oleh seorang psikoterapis, Dr. Fran Walfish, sebenarnya tidak masalah untuk melanjutkan komunikasi yang sudah terputus dengan mantan pasangan. Akan tetapi, pada saat Anda memasuki masa berduka setelah putus, masih ada keinginan kecil untuk kembali dengan mantan.
Nah, setelah mengetahui hubungan tersebut, Anda melukai diri sendiri dan harus memperbaiki luka tersebut terlebih dahulu sebelum benar-benar melepaskan diri dari mantan Anda. Oleh karena itu, mengirimkan pesan tentang hubungan baru ke mantan Anda bukanlah pilihan yang bijak.
4. Pesan berisi makian
Menurut Psychology Today, terdapat tujuh tahapan dari melepaskan diri dari rasa duka akibat hubungan putus. Mulai dari keputusasaan, penolakan, berharap, marah, hingga menerima kenyataan. Nah, untuk mencapai proses akhir, terkadang ada amarah yang tidak tersalurkan, sehingga mantan pasangan Anda menjadi sasaran untuk melampiaskannya.
Kemarahan memang perasaan yang sangat manusiawi, tetapi jika dibiarkan, tentu hal ini tidak sehat. Misalnya, Anda mengirimkan pesan berupa kata makian yang tidak sopan kepada mantan Anda tentu membuat hubungan di antara kalian berdua akan semakin buruk.
Cobalah untuk menyalurkan amarah kepada mantan Anda dengan menuliskannya tanpa harus mengirimkannya. Biasanya, hal ini dapat membantu Anda meringankan beban yang ada di dada dan pikiran .