Gadis kelas 5 SD Pakulonan 1 Tangerang Selatan ini melanjutkan, Bi Dian memang selalu ada di sampingnya. Dia sudah dianggap seperti ibu sendiri. Karena itu juga Putri bakal Lebaran bersama dia dan kakak lainnya.
Sedih karena tak bisa merayakan Lebaran bersama ayah sudah dia luapkan semuanya di hari meninggalnya sang ayah, Kamis 23 Mei 2019. Tangis itu pecah dan rasa sedih itu diperkuat karena Putri tidak bisa melihat ayah untuk terakhir kali di Rumah Sakit Umum Daerah Pamulang.
Harapan terbesar sang ayah diutarakan Bi Dian pada Okezone. Ayah Putri berharap kalau Putri bisa jadi orang sukses dan tetap sayang dengan keluarga lainnya. Sang ayah juga berharap Putri bisa melanjutkan kehidupan sampai akhirnya mimpi Putri tercapai.
"Ayahnya cuma berpesan supaya Putri jangan "meleng" dan terus selalu ada di dekat keluarga. Putri harus bisa meraih mimpi Putri meski tanpa ayah," ucap Bi Dian menirukan harapan ayah Putri.
Di Lebaran ini, Putri mengatakan kalau dirinya cuma punya satu kado untuk ayah dan ibu. Kado tersebut adalah doa terbaiknya supaya kedua orangtuanya bahagia di surga bersama Allah SWT.
"Doa Putri di Lebaran ini, Putri mau minta ke Allah supaya ayah dan ibu masuk surga dan Putri bisa sehat terus," ucapnya lantas menangis dalam dekapan Bi Dian.
Momen harus itu tak bisa terbendung. Gadis berusia 11 tahun mesti rela ditinggal kedua orangtuanya. Tak ada lagi orang yang bisa dia mintai wejangan dan selalu ada di semua kondisi hidup. Putri harus merasakan hal itu semua di usianya yang masih kecil.
Masa depannya ada di tangannya sendiri, kakak kandungnya, dan keluarga yang ada di sekitarnya. Tanggung jawab hidupnya sudah dia pegang sendiri dan ini tak mudah untuk siapa pun. Putri kuat dengan dirinya sendiri.
"Ibu aku meninggal dunia di Arab Saudi pas Ramadan, ayah aku meninggal dunia pas Ramadan juga. Semoga Allah mengampuni dosanya dan dimasukkan mereka ke surganya Allah. Putri cuma bisa kasih doa buat mereka," tambahnya menahan air mati.
Momen Lebaran buat Putri adalah momen kebahagiaan sekaligus kesedihan. Dia mesti mengikhlaskan diri untuk tidak merayakan Idul Fitri bersama orangtuanya. Tapi, dia bahagia kakak dan keluarganya ada di samping dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)