INSTAGRAM dan media sosial lain seperti mencipta sebuah budaya kecantikan yang memiliki standar khusus. Semakin Anda mulus di depan kamera dengan warna kulit cerah atau tak kusam, maka Anda akan semakin disukai netizen.
Namun, sayangnya standar yang terbentuk tanpa sengaja ini menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian perempuan. Itu kenapa akhirnya banyak perempuan rela suntik putih atau melakukan treatment kecantikan tapi memaksakan keadaan. Standar cantik ini pun menekan mereka para perempuan yang terlahir dengan warna kulit gelap atau memiliki tubuh gemuk.
Tapi, curhatan @rerhea_ ini mungkin bisa menyadarkan kalian semua kalau cantik itu tidak selalu mereka yang berkulit putih dan memiliki bulu mata lentik, atau punya hidung yang mancung.
Letih bersembunyi di balik "filter pencerah" kulit, akhirnya Rhea berani keluar dari "sarangnya" dan menunjukan pada teman-teman di media sosialnya kalau dirinya bangga pada kulitnya yang gelap dan dengan bentuk wajah aslinya seperti yang bisa Anda lihat sendiri di postingan Twitter Rhea.
hello, fuck beauty standard. im hiding behind light filter for a long time, but now, im happy with the color of my skin, the imperfections on my face and im trying to love myself more! from today, i will try my best to embrace myself (w baby steps) 𤪠pic.twitter.com/lXj8uM2dxy
— rhea (@rerhea_) May 23, 2019