"Ini tinggal kerangka saja yang masih bisa tertolong, untungnya belum habis semua. Ketel uapnya tidak diganti, dan sudah dimintakan izin perpanjangan masa operasi, bisa dapat kira-kira 10 tahun. Catatannya hanya bisa 8 kilometer per jam, harapannya nantinya bisa sampai 12 tahun," imbuh pria yang memang ahli kereta uap ini.
Baca Juga: Ini Sosok Andre, Brimob yang Dituduh WNA pada Demo 22 Mei 2019
Masa pengerjaan menghidupkan kembali Loko D 1410 ini ditargetkan rampung selama 270 hari kerja, atau sekitar bulan September 2019. Nantinya, loko uap ini akan dijadikan ikon wisata di Kota Solo seperti yang telah dilakukan Loko Jaladara sejak 2009 lalu.
"Kami mohon doa juga agar loko ini bisa hidup kembali, bangun dari tidur untuk mengangkut wisatawan yang main ke Solo. Harapannya bisa jadi wisata ikonik kereta uap," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)