AKSI demo 22 Mei terpantau ricuh di beberapa tempat. Bentrok yang terjadi pun memaksa pihak Kepolisian melepaskan gas air mata kepada para pendemo yang rusuh.
Memang, gas air mata sering digunakan oleh penegak hukum ketika mereka dihadapkan dengan kerumunan agresif, sebagai pengontrol kerusuhan dan sebagai senjata kimia. Nah, pada demo 22 Mei ini pun Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Bentuk awal dari gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I oleh Prancis dan Jerman. Lantas, bahan aktif apa saja yang terkandung dalam gas air mata?
Baca Juga: Pria Ini Dihujat karena Mengunggah Pesan dari Mantan untuk Setiap Calon Pacarnya
Arang
Biasanya terbuat dari kayu yang dipanaskan sampai hampir murni karbon. Ketika pin kaleng/granat ditarik, sumbu akan menyulut bara: Ketika dikombinasikan dengan kalium nitrat, arang mudah terbakar.
Potasium nitrat
Potasium nitrat melepaskan sejumlah besar oksigen saat terbakar, yang akan semakin menyulut nyala api. Tanaman membutuhkan kalium dan nitrogen sehingga KNO3 telah digunakan dalam pupuk selama berabad-abad. Pupuk dulunya berasal dari feses atau urin hewan ternak, namun sekarang dapat dibuat dari ammonia.
Silikon
Selagi arang dan potasium nitrat terbakar, unsur silikon diubah menjadi tetesan kecil silikon dioksida bersuhu 1371 derajat celcius (alias kaca super panas) yang kemudian bercampur dengan senyawa lain dalam kaleng tersebut.
Baca Juga: Pasar Tanah Abang Tutup Karena Aksi 22 Mei, Emak-Emak Kecewa Gagal Belanja
Sukrosa
Sukrosa adalah bahan bakar api. Gula meleleh pada suhu 185 derajat celcius, suhu yang relatif rendah untuk memanaskan dan menguapkan senyawa kimia pembuat tangis tanpa merusaknya. Oksidator akan membantu menjaga pembakaran terus terjadi.
Potasium klorat
Potasium klorat adalah oksidator. Saat dipanaskan, KClO3 melepaskan oksigen murni dalam jumlah yang sangat dahsyat. Potasium klorat juga terurai menjadi kalium klorida yang memproduksi asap dari gas air mata.