Sebagai contoh, kepada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi Hafiz Alquran, ia menyarankan agar orangtua menjadi contoh yang baik bagi anaknya.
"Saya punya seorang kawan, anaknya saat ini, senang membaca Alquran, saya tanya ke dia, bagaimana cara teman saya ini mengajari anaknya agar mencintai Alquran. Dia bilang 'Saya hanya sering baca saja di depan anak saya, setelah itu, anak saya dengan sendirinya penasaran' dan anak itu dengan sendirinya mencari Al-Qur'an dan jadi terbiasa," ungkapnya.
Syekh berusia 43 tahun ini pun, menyesalkan para orangtua yang dengan keras mendidik anaknya, tapi orangtua itu sendiri tidak mencerminkan sosok orangtua yang semestinya bijak.
"Jangan didik keras, didik dengan baik. Jadi contoh untuk anak. Yang saya tahu itu, anak-anak tidak banyak mendengar di masa kecilnya, dia lebih banyak melihat lihat. Jadi kalau ibunya megang hp pasti dia juga jadi ingin pegang hp," tuturnya.
Selain penggunaan gadget, juri Hafiz Indonesia ini pun mengimbau agar orangtua jangan sering asal perintah terhadap anak-anak. Sebab hal itu akan memengaruhi tumbuh kembangnya. "Jadi contoh yang baik buat anak dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Dan yang paling penting jangan hanya asal main perintah sama anak," pesannya.
(Utami Evi Riyani)