Dari hasil penelitian itu, para peneliti menemukan bahwa ada unsur 'penularan' yang kuat ketika seorang wanita menceritakan kondisi kehidupannya saat sedang hamil atau pasca memiliki anak. Hal tersebut secara tidak langsung memengaruhi teman atau sahabat terdekatnya untuk turut merencanakan kehamilan.
Bila ditilik lebih lanjut, proses penularan ini dilakukan melalui psikologi seseorang bukan dari proses biologis. Secara psikologis seorang wanita akan semakin siap dalam menghadapi kehamilan setelah memiliki komunitas yang sama dengannya.
Hal tersebut juga harus didukung oleh beberapa faktor lain agar kehamilan benar-benar bisa terjadi. Antara lain, memiliki pasangan yang sehat, mampu berhubungan seks, tidak memiliki penyakit khusus yang berkaitan dengan kesuburan reproduksinya, dan masih dalam usia masa subur.
(Martin Bagya Kertiyasa)