Biracial Baby seperti Bayi Meghan Markle dan Pangeran Harry Dianggap Lebih Cerdas, Apa Alasannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 07 Mei 2019 05:20 WIB
Biracial Baby (Foto: Pixabay)
Share :

DUNIA menyambut kelahiran baby royal pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Cicit laki-laki Ratu Elizabeth itu diketahui adalah bayi biracial pertama di dalam kerajaan Inggris.

Lahir dengan bobot tubuh 3,26 kg, beberapa media massa menjelaskan kalau si bayi dan Meghan Markle sampai detik ini sehat tanpa ada masalah kesehatan pasca-persalinan. Pangeran Harry pun menjelaskan kalau dirinya bangga telah menjadi ayah.

Kepada media, Pangeran Harry mengatakan, "Saya belum pernah mengalami banyak kelahiran, ini momen kelahiran pertama untuk saya! Tapi itu luar biasa, benar-benar luar biasa, dan seperti yang saya katakan, saya sangat bangga dengan istri saya. Seperti yang dikatakan setiap ayah dan orang tua, bayi Anda benar-benar luar biasa. Tapi makhluk kecil ini benar-benar luar biasa, jadi aku sekarang benar-benar bahagia tak terhingga."

Baca juga: Koruptor-Koruptor Terkenal yang Memiliki Wanita Simpanan

Terlepas dari kelahiran baby royal ini, publik pun tak bisa menutupi rasa penasaran seperti apa rupa dari bayi yang lahir pada 6 Mei 2019 ini. Terlebih kita tahu bersama, pasangan ini adalah pasangan ras campuran; Pangeran harry berkulit putih, sedangkan Meghan adalah anak dari percampuran ras kulit putih dan kulit hitam

Ini juga yang membuat si bayi kemudian disebut sebagai biracial baby. Nah, untuk membahas lebih jauh mengenai hal ini, Okezone coba mengutip Daily Mail yang menjelaskan lebih jauh keunggulan dari memiliki biracial baby seperti pasangan Meghan Markle dan Harry.

Dijelaskan di sana, pasangan ras campuran dalam penelitian, diketahui akan melahirkan bayi yang cerdas dengan tingkat pendidikan yang tinggi.

Para peneliti dari University of Edinburgh menganalisis informasi kesehatan dan genetik dari lebih dari 100 penelitian yang dilakukan di seluruh dunia. Ini termasuk rincian lebih dari 350.000 orang dari komunitas perkotaan dan pedesaan. Mereka menunjukkan contoh-contoh di mana orang mewarisi salinan gen yang identik dari ibu dan ayah mereka - sebuah indikator yang terkait dengan leluhur mereka.

Ketika beberapa contoh dari hal ini terjadi pada gen seseorang, itu mengindikasikan keragaman genetik yang lebih besar dalam warisan mereka dan kedua sisi keluarga mereka tidak mungkin memiliki hubungan yang jauh.

Diperkirakan, ikatan keluarga dekat akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kompleks, tetapi para peneliti menemukan ini bukan masalahnya.

Baca Juga: Hampir Setengah Abad, Bibi Lung Masih Tampil Awet Muda

Satu-satunya sifat yang mereka temukan yang dipengaruhi oleh keragaman genetik adalah tinggi badan dan kemampuan untuk berpikir cepat.

Tim menemukan, keragaman genetik atau pernikahan ras campuran lebih berkaitan dengan peningkatan ketinggian. Ini juga terkait dengan keterampilan kognitif yang lebih baik, serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Namun, keragaman genetik tidak berpengaruh pada faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol, yang memengaruhi peluang seseorang terkena penyakit jantung, diabetes, dan kondisi kompleks lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya