“Masyarakat lokal memegang peran penting dalam proses pengembangan pariwisata, baik dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan. Komunitas lokal juga memiliki hak dan peluang untuk berpartisipasi dalam bisnis pariwisata. Misalnya akomodasi, kuliner, informasi, transportasi, fasilitas dan layanan,” kata Giri yang juga dibenarkan David.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, dengan destinasi super prioritas seperti Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo, NTT bisa saja bertransformasi sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional.
Sejauh ini, NTT memiliki target utama wisatawan mancanegara, antara lain dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara untuk pasar unggulan meliputi wisatawan asal China, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, USA, UK, dan Perancis. Adapun pasar wisman potensial, ada India, Netherlands, Timur Tengah, Jerman, dan Russia. Sedangkan untuk pasar wisatawan nusantara, banyak berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan NTB.
"Selamat melaksanakan FGD, silahkan terapkan semua arahan dan masukan para nara sumber. Kemenpar selalu berusaha menghadirkan nara sumber yang kompeten dalam setiap acara FGD di Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan kami. Semangat Indonesia Incorporated sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata Indonesia,"katanya.
(Abu Sahma Pane)