Sementara itu, Elisabeth menambahkan bahwa hasil penjualan dari makanan tradisional Indonesia dalam acara bazar ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial di Pyongyang.
“Semua hasil penjualan makanan Indonesia tersebut akan disumbangkan kepada PIWA. Kami sangat senang Indonesia yang diwakili oleh DWP dan KBRI bisa ikut menyumbang dalam kegiatan sosial di Pyongyang. Konon kita masuk salah satu penyumbang terbesar," tambah Elisabeth.
Sementara itu, pejabat Diplomasi Publik KBRI Pyongyang, Hanna Andari, mengemukakan bahwa gelaran bazar tahun ini tampak lebih ramai dan meriah dibanding bazar yang sama tahun lalu baik dari segi peserta maupun dari segi pengunjung, di mana bahkan pengunjung dari Kedutaan Besar Rusia di Pyongyang datang ke lokasi bazar dengan menggunakan satu bus besar.
(Utami Evi Riyani)