Selain sepasang gunungan dari getuk, yang merupakan Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon, di tengah alun-alun juga terdapat 17 gunungan dari 17 kelurahan. Ketika Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dari atas panggung utama memberi aba-aba agar getuknya digerebeg, warga pun langsung berebut.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Magelang Drs Joko Budiono MM, Walikota Magelang kepada wartawan diantaranya mengatakan semua sektor di wilayah Kota Magelang gumregah
dan berubah, sadar bahwa Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern, cerdas dilandasi masyarakat sejahtera dan religius ini harus terus menata diri dan berbenah diri agar Kota Magelang benar-benar diperhitungkan di distinasi wisata, mengingat Kota Magelang tidak memiliki sumber daya alam.
Mendatang akan dirumuskan, seiring dengan keberadaan bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo Yogyakarta, juga akan adanya jalan tol dari Semarang-Yogyakarta, serta rencana adanya jalur kereta api. "Ini harus kita tangkap, kita rumuskan mulai sekarang, kira-kira distinasi apa yang dapat dipersembahkan," katanya. Yang sudah ada akan dikemas menjadi lebih baik lagi, dan semua itu membutuhkan pendanaan dan waktu untuk menata, tidak bisa langsung instan. "Kita harus memiliki progres, memiliki mimpi-mimpi untuk menata itu," tambahnya
(Helmi Ade Saputra)