BEBERAPA waktu lalu Indonesia sempat mengalami musibah yang menelan cukup banyak korban jiwa. Meski terbilang sebagai penyakit lama dan umum, namun demam berdarah (DBD) masih belum dapat dihindari.
Sangat miris memang melihat hal seperti ini masih terjadi di Indonesia. Tentu banyaknya korban jiwa akan wabah ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seseorang terhadap gejala DB. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Faried Moeloek menjelaskan tentang gejala umum penyakit demam berdarah yang masih membuat bingung beberapa masyarakat Indonesia.
“DB gejalanya spesifik, lima hari panas. Kami selalu sebagai dokter diagnosanya itu diberi nama diferensial diagnosa, GDD kita bilangnya. Kalau, tifus gejalanya sore sampai malam panas tinggi, paginya turun. Tapi berbeda dengan DB. Mereka makin lama makin tinggi,” tutur Menkes Nila, saat peresmian Rapid Test beberapa waktu lalu.
Selain itu, Menkes Nila menjelaskan bahwa gejala DB tidak spesifik panas melainkan bisa hilang. Nah momen inilah yang kerap membuat masyarakat lalai. Mereka menyangka sudah sembuh saat panasnya mulai turun, namun justru trombositnya yang sudah turun.