Beberapa faktor risiko penyakit maag di antaranya pola makan, jenis makanan, obat-obatan atau jamu-jamuan, stres, pola hidup (pola BAB, merokok, alkohol/soda, obesitas), serta penyakit dasar lain seperti diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, gangguan fungsi liver, batu empedu, dan penyakit pankreas.
Sekadar informasi, maag bukanlah istilah medis. Asal-usul kata ‘maag ’ berasal dari bahasa Belanda, de-maag, yang artinya ‘ lambung ’. Keluhan sakit maag terutama berhubungan dengan gangguan asam lambung, gas lambung, dan gerakan lambung, serta adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Organ lain yang dapat menyerupai keluhan maag yaitu pankreas, saluran empedu, dan jantung. Berbeda dengan maag, GERD (gastro-esophageal reflux disease ) merupakan penyakit yang menyebabkan keluhan sakit maag dengan keluhan utama berupa sendawa, heart burn (rasa panas di belakang dada).
“GERD ialah gangguan berupa isi lambung mengalami refluks berulang ke dalam esofagus, menyebabkan gejala atau komplikasi yang mengganggu,” beber dr Hendra.
(Helmi Ade Saputra)