Penderita HIV/AIDS di Indonesia Makin Tinggi, Tapi Bukan dari Kalangan Pekerja Seks

Dito Bagus Wibowo, Jurnalis
Sabtu 20 April 2019 20:30 WIB
Penderita HIV/AIDS makin tinggi di Indonesia (Foto: RAND Corporation)
Share :

Ternyata ODHIV tertinggi terjadi pada ibu rumah tangga. Ratri Suksma, aktivis perempuan dan HIV menjelaskan, bahwa pada bulan Mei 2006 pertama kali di vonis mempunyai penyakit HIV yang ternyata akibat dari suaminya yang merupakan mantan pencandu narkoba.

Setelah 2 tahun menikah, ia mengalami KDRT dari suaminya. Akhirnya suaminya mengalami sakit dan harus dirujuk kerumah sakit. Pada saat itu, suaminya harus di rawat dan dokter menyarankan untuk test HIV,” ujarnya.

 BACA JUGA : 3 Sniper Wanita Legendaris yang Paling Disegani di Dunia

Berbeda dengan Hartini, Aktivis HKSR, IPPI & HIV mengatakan, bahwa setelah meminum ARV justru membuat dirinya menambah berat badan, kemudian nafsu makan pada dirinya semakin meningkat dari sebelumnya,” ujarnya.

“Dengan pengobatan dan kontrol yang baik dan benar, maka sangat memungkinkan ODHA memiliki pasangan yang bukan ODHA dan tidak dapat menularkannya. Begitu juga ibu dengan ODHA bisa melahirkan anak yang tidak terinfeksi HIV. Nah, sampai saat ini ARV masih disubsidi oleh Pemerintah, hingga dapat diperoleh secara gratis. Akses ARV pun bisa sampai ke tingkat Puskesmas,” ujar Dr Esti.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya