SEMAKIN bertambahnya usia seseorang, maka akan berbanding lurus dengan berbagai penyakit yang menyerang. Ya, salah satu penyakit yang paling meresahkan di usia lanjut adalah osteoartritis yang bisa menyebabkan disabilitas pada penderitanya.
Saking besarnya potensi akan penyakit ini, PBB memperkirakan bahwa pada 2050 akan ada 130 juta orang di seluruh dunia yang menderita osteoartritis dengan 40 juta diantaranya mengalami disabilitas. Lebih parahnya lagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat bahwa ada 1 dari tiga orang usia lanjut di Indonesia yang menderita osteoartritis setidaknya pada satu sendi.
Bagi masayarakat awam, osteoartritis kerap disamakan dengan osteoporosis yang kerap dialami oleh manusia lanjut usia. Namun, ternyata penyakit yang satu ini bukanlah pengeroposan tulang. Osteoartritis adalah kondisi penipisan tulang rawan pada sendi. Tulang rawan yang menipis akan menyebabkan tulang di dalam sendiri menjadi saling bersentuhan.
Alhasil gesekan tersebut menyebabkan nyeri, bengkak, kaku dan sulit bergerak. Beberapa masyarakat awam banyak menyebut osteoartritis ini dengan sebutan pengapuran. Sebagaimana diketahui, penyakit ini terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun, semakin tipis tulang rawan maka nyeri akan semakin meningkat.
Baca Juga:
Viral, Turun dari Jet Pribadi Zaskia Gotik Kenakan Sandal Jepit Seharga Rp20 juta?
5 Keburukan Sifat Aries yang Perlu Diketahui