Tarif Tinggi Tiket Pesawat Pengaruhi Wisatawan, Ini Tips dari ASITA

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Selasa 09 April 2019 08:17 WIB
Ilustrasi Pariwisata Indonesia (Foto: Utami Evi/Okezone)
Share :

“Datanya (wisnas keluar negeri) belum saya temukan. Tapi saya pastikan wisman selalu lebih tinggi dibandingkan wisnas. Itu bisa dilihat dari laporan BI. Devisa dari pariwista selalu surplus,” ungkapnya.

Arief juga mengimbau pihak maskapai untuk tidak menaikkan tarif tiket pesawat terlalu tinggi, karena dapat berdampak pada industri pariwisata.

“Pesan saya orang bisnis jangan melakukan kenaikan tarif besar dan mendadak kalau kalian tidak mau menghancurkan industri. Naik tidak apa-apa, tapi naik besar dan mendadak itu masalah,” lanjutnya.

Arief juga menjelaskan teori elastisitas dalam bisnis. Menurutnya, ketika industri menaikkan tiket pesawat sebanyak 20 persen, maka permintaan konsumen akan turun 20 persen.

“Kalau naiknya 100 persen, turunnya bisa 100 persen. Atau yang pergi (naik pesawat) tinggal orang-orang yang harus pergi, baik kondisi darurat atau bisnis. Jadi untuk pariwisata tidak bagus,” tutup Arief Yahya.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya