"Dunia medis tidak menganjurkan terjadinya perkawinan sedarah. Ini berkaitan dengan ditakutkan gen-gen yang jelek malah ketemu di tubuh si bayi," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.
Menurut pengalaman dr Ari, ia banyak menemukan kasus ini pada pernikahan satu kampung. Lalu, apa dampak yang paling berbahaya dari praktik pernikahan sedarah ini?
"Anak bisa lahir cacat, down syndrome, talasemia, kelemahan otot tubuh, mata tidak normal, atau kelainan genetik lainnya," tegas dr Ari.
Tidak hanya itu, pernikahan sedarah juga memicu masalah auto imun yang timbul karena faktor genetik. Hal semacam ini hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan komprehensif.
Namun, dari beberapa penyakit yang bisa timbul dari pernikahan sedarah, yang cukup khas dari kasus ini adalah talasemia.
“Ini sering terjadi pada pasangan yang ternyata sedarah," kata dr Ari.