Bagi mereka sensasi itu 'lebih baik daripada seks' dan terasa seperti 'ekstasi'.
“Ketika saya memberi makan melalui darah, itu sama baiknya dengan seks karena ketika saya merasakan serbuan kehidupan, esensi mereka, energi masuk ke dalam diri saya dan saya menerimanya dan saya merasa diberdayakan. Saya merasakan orang yang saya beri makan pada tingkat yang sama sekali berbeda dan dengan cara yang sama sekali berbeda dari yang saya bisa dengan kata-kata," ungkap Tim.
Lea menambahkan, dirinya sebenarnya lebih suka minum darah daripada berhubungan seks. "Anda mengambil esensi seseorang dan itu bagi saya adalah ekstasi. Tidak ada perasaan yang lebih baik dari meminum darah pasangan Anda sendiri," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)