SELURUH kegiatan ibadah yang dibebankan kepada umat manusia di dunia ini tidak lagi dikerjakan ketika sudah masuk surga. Kewajiban ibadah salat lima waktu, puasa Ramadan, dan berbagai ibadah yang wajib dilakukan di dunia tidak akan wajib lagi di surga. Namun, ada suatu ibadah yang tetap dilanggengkan oleh Allah yakni bersyukur kepada Allah.
Wujud syukur penghuni surga terdapat dalam Q.S Al-Araf: 43,“Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami agama ini (Islam). Dan tiadalah kami memperoleh petunjuk sekiranya Allah tidak memberi petunjuk kepada kami.”
Hal itu disampaikan oleh Ustaz Habiburrahman El Shirazy saat mengisi kajian di MIM Program Khusus Kartasura, Sukoharjo. Berkeluarga merupakan sarana untuk mendapat rida dan surga Allah.
Baca Juga: 5 Gaya Penampilan Atries Angel, Pacar Baru Chef Juna yang Seksi
Contoh teladan keluarga untuk menjadikan Baiti Jannati yang diberi barokah oleh Allah yakni keluarga para Nabi dan Rasul, kemudian keluarga sahabat-sahabat Rasulullah, keluarga para ulama yang dekat pada Allah.
“Kalau mentadaburi, membaca Alquran yang berisi kisah-kisah keluarga para Nabi dan Rasul akan ditemukan empat tipe keluarga. Dua termasuk tipe tidak harmonis, dua masuk kategori harmonis,” ujar ustaz yang akrab dipanggil Kang Abik ini.
Tipe keluarga pertama yakni ketika suami ingin dekat kepada Allah namun istri tidak ingin dekat kepada Allah. Berarti keluarga itu telah berbeda tujuan, sehingga tidak harmonis. Dikisahkan keluarga Nabi Luth, istri Nabi Luth menentang suaminya hingga akhirnya sang istri menerima azab Allah.
Tipe keluarga kedua adalah kebalikannya, sang istri bertujuan apa pun di dunia hanya untuk Allah. Namun, sang suami justru bermaksiat dan hanya mengejar dunia. Contoh keluarga itu adalah keluarga Firaun. Istri Firaun, Asiyah, berulang kali diancam akan dibunuh ketika ketahuan beribadah kepada Allah sehingga kehidupan rumah tangga mereka bukan cerminan keluarga harmonis.
Baca Juga: Insiden Gaun Melorot, Yuk Intip Gisel dengan Baju Serba Tipisnya
Tipe keluarga ketiga yakni contoh harmonis dalam konotasi negatif, suami dan istri sama-sama bermaksiat dan tidak taat kepada Allah. Ketika suami ingin bermaksiat, istri mendukung begitu pula sebaliknya. Contoh keluarga itu terdapat dalam Alquran yakni surat Al Lahab.
Surat ini berkisah tentang paman Rasulullah, Abu Lahab yang sangat sayang kepada Muhammad. Namun, perasaan itu berubah ketika Muhammad diangkat menjadi Rasulullah. Abu Lahab dan istrinya menjadi penentang yang pertama dakwah-dakwah Rasulullah.