Surabaya Terapkan Air Kran Langsung Minum, Bagaimana Menjamin Keamanannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 25 Maret 2019 09:00 WIB
Minum Air Putih (Foto: Zeenews)
Share :

Jika melihat kasus di luar negeri sendiri, dari laman Women's Health Magz biaa diketahui pada 2017, lumpur kimia dari produsen sepatu ditemukan di air keran Plainfield Township, Michigan. Daerah ini terletak sekitar 120 mil dari Flint, di mana, pada 2015, kadar timbal berbahaya ditemukan dalam pasokan air minum kota. Para ahli segera mengaitkan air yang tercemar itu dengan wabah lokal penyakit Legionnaire (bentuk parah pneumonia). Lebih dari selusin orang meninggal, tingkat kesuburan anjlok, dan korban anak-anak yang mengancam kesehatan mereka tak terhitung jumlahnya.

Michigan bukan satu-satunya negara dengan kekhawatiran air. Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam (NRDC), sebuah kelompok advokasi lingkungan nirlaba, menemukan pada 2015 (tahun terakhir yang tersedia), seperempat orang Amerika minum air dari sistem yang melanggar aturan yang ditetapkan oleh Safe Watering Water Act. (Dan itu tidak termasuk lebih dari 13 juta sistem sumur pribadi yang dikecualikan dari persyaratan keselamatan federal).

Setidaknya 6 juta pipa air kota di AS terbuat dari logam, yang sangat berbahaya sehingga tidak ada tingkat aman yang dapat diterima dan banyak pemerintah daerah di sana yang memiliki anggaran yang tipis untuk penggantian, kata Erik Olson, direktur kesehatan dan makanan di NRDC.

Bukan hanya pipa ledeng buruk yang menjadi masalahnya, air dari sumber seperti danau, sungai, dan air tanah tercemar oleh tingkat senyawa alami yang mengkhawatirkan seperti arsenik, bahan kimia buatan manusia, dan limpasan pertanian seperti limbah hewan, pupuk, dan pestisida. Pabrik pengolahan yang dirancang untuk menghilangkan kontaminan tidak selalu beroperasi secara normal (kebanyakan menggunakan teknologi yang sudah berusia seabad). Terkadang penghuni tidak segera diberi tahu kapan masalah ditemukan.

So, apakah Anda sudah berani beralih ke air kran langsung minum?

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya