Bedah Bariatrik, Solusi Penurunan Berat Badan Lebih Cepat bagi Orang Obesitas

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis
Selasa 19 Maret 2019 15:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Dr Oz)
Share :

Pasien tidak merasa lapar lantaran pusat lapar dihilangkan atau dibuat tidak aktif. “Pusat lapar ada di bagian lambung yang dibuang. Dengan begitu, tidak perlu khawatir bahwa pasien lapar tapi tidak bisa makan sehingga jadi tersiksa,” kata dr Peter.

Meski tidak lapar, bukan berarti pasien tidak lapar mata. Inilah yang harus dikontrol. Naufal menjalani sleeve gastrectomy yang merupakan tindakan pemotongan lambung sekitar 85% sehingga didapatkan ukuran lambung yang lebih kecil. Selain sleeve gastrectomy , prosedur bariatrik lainnya adalah bypass dan ikat lambung.

Bypass lambung merupakan tindakan penggabungan bagian atas lambung dengan usus kecil sehingga makanan tidak lagi melewati lambung dan tidak banyak kalori makanan yang diserap. Sedangkan, ikat lambung merupakan tindakan pemasangan karet pengikat pada lambung yang bersifat adjustable sehingga pasien dapat menentukan berapa banyak porsi makanan yang ingin dikonsumsi.

Sebelum melakukan tindakan, pemeriksaan awal akan dilakukan dengan teknologi skrining melalui pemeriksaan laboratorium, jantung, dan USG dengan teropong (endoskopi) untuk melihat kondisi lambung. Pemeriksaan tersebut akan menentukan layak-tidaknya seseorang menjalani prosedur bariatrik dan menjadi faktor penentu tindakan bedah bariatrik apa yang sesuai untuk dilakukan.

Pasien pun dihimbau menjalani diet rendah kalori selama 10 hari sebelum tindakan untuk mengecilkan organ hati yang letaknya terkadang menutupi area pandang daerah bedah. Pasien juga diwajibkan berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik serta dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dan diabetes sebelum dan sesudah tindakan bariatrik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya