Pasien obesitas morbid membutuhkan penurunan berat badan ekstrem. Bedah bariatrik bisa menjadi solusi penurunan berat lebih cepat dan relatif menetap.
Dalam kesehariannya, Mohammad Naufal Abdillah merasa mudah lelah. Dia juga mengalami nyeri sendi dan sulit melakukan gerakan salat. Maklum, pria ini berbobot 238 kg yang membuat aktivitasnya terbatas. “Dari kecil setiap bulan, saya naik 1 kg, badan terasa semakin lemah. Waktu di pesantren, malam hari saya bisa makan nasi goreng sampai tiga porsi,” tuturnya di hadapan awak media dalam konferensi pers “Bariatrik, Komitmen untuk Hidup Sehat Sepanjang Usia”.
Sampai akhirnya Naufal merasa semakin banyak keluhan kesehatannya dan harus menurunkan berat badannya. Dia lalu memutuskan menjalani tindakan bariatrik guna mengatasi permasalahan obesitas yang telah dialami sejak remaja.
“Yang mengejutkan, hasil lab kolesterol dan gula darahnya normal, tapi ini hanya bersifat sementara, belum tahu ke depannya. Setelah operasi, selama tiga hari pertama harus minum air putih. Dua minggu pertama makanan cair, dua minggu selanjutnya baru makanan lunak, jadi bertahap,” papar Dr dr Peter Ian Limas SpB-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif RS Pondok Indah, Pondok Indah.