Menurut badan American Society for Aesthetic Platic Surgery (ASAPS), jumlah perempuan yang melakukan labiaplasty di Amerika Serikat dari 2012 sampia 2017 mengalami peningkatan sebesar 217,3 persen. Peningkatan ini terbilang paling besar dibandingkan dengan jenis operasi plastik apa pun selama kurun waktu tersebut.
"Benar bahwa FDA memberi peringatan untuk perawatan yang satu ini. Hal itu karena pernah ada kasus sinekia vagina di mana vagina pasien lengket dan tertutup secara permanen. Tapi, kasus ini terjadi hanya 2 kali dari sekian ratus ribu treatment yang sudah dilakukan," papar dr Yeni pada Okezone.
Dokter Yeni menegaskan, FDA tidak melarang sebetulnya, hanya saja FDA menekankan untuk semua perempuan yang tertarik menjajal treatment ini harus tahu siapa dokter yang akan melakukan tindakan.
"Anda juga mesti kritis dan tahu betul siapa dokter yang akan melakukan tindakan pada vagina Anda. Jangan kemudian orang yang tidak dilandasi keilmuan yang tepat, ini yang kemudian membuat kasus seperti sinekia vagina terjadi," papar dr Yeni.