KELOMPOK koperasi produksi jamur merekah Yogyakarta mengenalkan kembali komoditas jamur Lingzhi. Jamur yang dipercaya memiliki banyak manfaat sebagai obat ini terus dikembangkan. caranya dengan dibudidayakan sebagai jamur ramah lingkungan dan bebas pestisida.
Namanya jamur Linzhi atau biasa dikenal dengan jamur kayu. Dipercaya oleh masyarakat dapat memberikan begitu banyak manfaat bagi kesehatan. Lingzhi digambarkan sebagai jamur yang sulit dimasak, berstruktur keras dan terasa pahit. Namun, jamur Lingzhi dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Menurut Sudaryanto pengurus koperasi jamur merekah, Lingzhi merupakan jenis jamur yang sudah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional di negara-negara Asia seperti China, India dan Korea. Di beberapa negara itu jamur digunakan sebagai minuman jamu.
Dari informasi yang diperoleh KRJOGJA.com jamur ini dikembangkan oleh kelompok koperasi Produksi Jamur Merekah Yogya sejak tahun 2013."Dulu pada tahun 2013 kelompok kami sering mengekspor ke China untuk digunakan sebagai obat herbal," tutur Sudaryanto, Selasa 12 Maret 2019.
Menurut Sudaryanto untuk dapat mengonsumsi Lingzhi, harus dilakukan pengolahan sesuai dengan porsinya. "Sebenernya kalau yang mengonsumsinya kuat dimakan langsung tanpa diolah dulu juga tidak masalah karena aman bebas pestisida. Tapi jamur inikan herbal ya seperti obat mungkin kalau tanaman fungsinya seperti brotowali, rasanya pahit," katanya.