Cerita ODHA tentang Gejala Awal Penyakit yang Dialaminya

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 11 Maret 2019 16:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Timesnownews)
Share :

Muncul jerawat darah di tubuh

Setelah masalah impaksi gigi bungsu, kini muncul jerawat darah di tubuh. BD menjelaskan, tubuhnya ditumbuhi jerawat air yang saat dipecahin, isinya ternyata darah dan setelah itu menjadi hitam. Jumlahnya banyak dan menyebar di seluruh tubuh.

Tidak hanya itu, tenggorokan BD mulai sakit, bahkan dia sulit sekali menelan air liurnya sendiri. "Sakit banget nggak ketulungan. Buat nelen air liur aja sakit. Akhirnya ke dokter bedah mulut," sambungnya.

Dokter bedah mulut, ungkap BD, mendiagnosa tenggorokan BD mengalami gangguan sistemik. Kondisi itu tidak diketahui sama sekali oleh BD, dia tak tahu gangguan apa itu. Setelah didiagnosa, BD diberikan obat antibiotik.

BD menjelaskan ada perubahan ke arah sembuh memang. Tenggorokannya tidak lagi begitu sakit. Tapi, sayangnya sebulan setelah kondisi "sembuh" penyakitnya kambuh lagi. BD mengaku, di masa-masa seperti ini dia masih ngerokok, gaya hidup masih bodo amat, mandi jarang, dan banyak hal lainnya.

Ketombean parah dan rambut mulai rontok

Sampai muncul gejala yang akhirnya membuat BD sadar kalau dirinya sedang mengalami kondisi penyakit serius. Kondisi itu adalah dirinya mengalami ketombean parah dan rambutnya mudah rontok!

Kondisi ini sampe bikin tukang cukur langganannya kaget. "Sampai barber tempat gue potong rambut heran kenapa bisa kayak gini ketombeannya," ungkap BD. Sampai akhirnya dia 'Googling' dan menarik kesimpulan; Am I Positive?

BD memberanikan diri untuk tes HIV di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Anda mesti tahu, kondisi ini dia alami di tahun terakhir kuliah. Ya, BD sedang skripsian dan dia harus menghadapi masalah seberat ini. Lalu, apa hasil tesnya? "Reaktif," kata BD. Status positif HIV diterima BD pada 27 Februari 2019.

Menjadi catatan miris lainnya, dia mengaku kalau sedang solat duduk di antara dua sujud, dia sering merasa sakit karena tulang kakinya kena lantai. Bahkan, BD sudah tidak mampu menutup pintu rumah saking lemasnya.

Sementara itu, BD menyarankan untuk harus lebih peduli dengan perubahan yang terjadi pada tubuh.

"Ada satu pesan yang mau gue bilang, gejala-gejala yang gue alami belum tentu dialami pasien lain dan ada gejala lain yang dialami pasien positif HIV. Satu lagi pesan gue, jangan sampe telat tau, gue ini termasuk telat tau kalo gue HIV karena gue udah sampe kurus banget," paparnya.

BD juga menambahkan, jangan pernah takut dan malas untuk tes HIV sekali pun Anda merasa tubuh Anda sehat dan terbebas dari faktor risiko HIV.

"Yuk tes HIV. Mau Lo pernah berhubungan badan atau nggak, mau lo pernah pake jarum suntik atau nggak, mau lo pake jilbab atau nggak, jangan takut buat tes HIV karena pandangan buruk sosial terhadap penyakit ini," ujar BD.

"Insha Allah tim medisnya baik-baik dan nggak akan nge-judge lo. Sebab, emang sudah menjadi tugas mereka. Gue bisa bilang, tes HIV adalah salah satu bentuk sayang lo sama diri lo sendiri!" tambahnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya