Penyebab Tuli Kongenital Pada Anak dan Ini Penyebab Utamanya

Tiara Putri, Jurnalis
Rabu 27 Februari 2019 21:00 WIB
Gangguan tuli pada anak (Foto: Parents)
Share :

 

Ditemui Okezone dalam small group discussion ‘Gangguan Pendengaran Anak’ yang diadakan Rumah Sakit Pondok Indah Group, dr Hably mengatakan ada beberapa faktor risiko tuli kongenital.

“Secara garis besar, penyebabnya terbagi menjadi tiga yaitu riwayat kehamilan, riwayat kelahiran, dan setelah kelahiran. Riwayat kehamilan seperti kena virus rubella waktu ibu hamil, cirinya badan demam, ada bintik-bintik merah di seluruh tubuh. Hampir kemungkinan besar itu membuat bayi mengalami gangguan di organ pendengarannya, bahkan bisa ke jantung dan mata,” jelasnya.

Ibu yang terkena gondongan selama hamil juga bisa membuat anak mengalami gangguan pendengaran. Termasuk bila ada riwayat keluarga yang terkena tuli kongenital. Sedangkan untuk riwayat kelahiran, bayi bisa mengalami gangguan pendengaran jika tidak langsung menangis saat keluar dari rahim. Kondisi itu bisa membuatnya dirawat di NICU lalu diberikan antibiotik. Obat itulah yang kemudian bisa berisiko membuat saraf pendengaran menurun.

Untuk riwayat setelah kelahiran, anak yang terkena malaria dan trauma juga bisa mengalami tuli kongenital. Faktor risiko lainnya menurut dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu adalah kelainan anatomi telinga yang dapat disertai dengan kelainan kraniofasial, lahir prematur atau berat badan rendah, Meningitis bakteria, hingga apgar skor rendah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya