BERBOHONG dalam lawakan atau candaan tetap tidak boleh. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar.” (HR. Thabrani).
Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin, Gunungkidul, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, dalam website resminya rumaysho.com, menyatakan berdusta yang tujuannya hanya ingin membuat orang tertawa termasuk kena ancaman ‘wail’.
Dari Bahz bin Hakim, ia berkata bahwa ayahnya, Hakim telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud, dan Tirmizi).
BACA JUGA : Viral Penumpang Lepas Baju dan Celana Selama Penerbangan, Begini Aksinya
Meski demikian, ada juga berbohong yang diperbolehkan dalam Islam. Ia mengatakan berbohong memang terlarang, kecuali untuk tiga hal. Hal ini sesuai hadis Nabi Muhammad SAW. Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bin ‘Abi Mu’aythin, ia di antara para wanita yang berhijrah pertama kali yang telah membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mengabarkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau mengatakan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih).”