SUNAT atau sirkumsisi merupakan suatu keharusan bagi pria, khususnya di Indonesia. Kegiatan ini seakan sudah menjadi tradisi bagi anak laki-laki yang sudah beranjak remaja. Lebih dari itu, sunat juga memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi pria.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa lelaki yang tidak di sunat lebih berisiko terserang kanker prostat dan kanker penis. Pasalnya, pada pria yang tidak di sunat memiliki smegma atau cairan putih atau kotoran yang menjadi tempat berkembangnya kuman pemicu infeksi.
"Laki-laki tidak disunat berisiko terkena kanker prostat tinggi, serviks, HIV juga ada kaitannya dengan kanker penis," kata Dr. Richard Quek selaku Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Center (PCC).
BACA JUGA : Siapkah Anak-Anak Indonesia Hadapi Era Robotik di 2030?
Umumnya, smegma terletak pada lipatan kulit di kepala penis. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya sel kanker. Namun dengan sunat, smegma yang terdapat pada penis akan bersih dan hilang. (Baca juga: ASI Mampu Melindungi Bayi dari Beragam Penyakit).