Mengintip Rumah Anti Gempa Warga Lombok, Seperti Apa Sih?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 20 Februari 2019 11:04 WIB
Rumah Lumbung. (Foto: Okezone)
Share :

SELAIN merenggut nyawa serta harta benda, bencana alam juga mendatangkan trauma tersendiri bagi mereka yang mengalami. Apalagi, jika kejadian tersebut terjadi dengan durasi yang cukup lama.

Seperti yang dialami para warga di Lombok Utara. Meski sudah 6 bulan berlalu, fakta di lapangan menunjukkan warga Dusun Kapu, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, masih dibayangi rasa takut.

Begitu yang disampaikan Rukiah, janda berusia 45 tahun. Dia menjelaskan pada Okezone kalau dirinya masih sering takut jika gempa susulan terjadi. Tapi, reaksinya memang tidak sedahsyat gempa pada Juli 2018.

Baca Juga: Gaya Tamara Bleszynski Blusukan di Pasar Tradisional, Tetap Kece Abis

"Ya, kalau ditanya masih takut apa enggak, ya jujur masih. Tapi, karena sekarang ini palingan gempa terjadi dalam skala kecil, jadi, kami juga nggak begitu panik," tutur Rukiah kepada Okezone di kediamannya, Selasa (19/2/2019).

Balajar dari gempa yang melanda, maka mereka pun membuat rumah lumbung. Rumah tersebut dibuat untuk melindungi keluarga Rukiah dari serangan gempa yang efek traumanya masih terasa sampai sekarang.

Diceritakan Rukiah, rumah lumbung tersebut dibuat dua bulan setelah gempa pertama terjadi. Keponakan dan sanak saudara yang membuatkannya.

Baca Juga: Kekurangan Nutrisi Bisa Picu Gangguan Kesehatan Mental

"Awalnya keponakan nawarin, mau rumah lumbung apa enggak, ya saya jawab mau. Setelah itu rumah mulai dibuat," ungkapnya sambil mempersilahkan melihat bagian dalam rumah.

Rukiah menjelaskan, hanya butuh waktu 2 minggu untuk membuat rumah yang dianggapnya anti gempa tersebut. Kini, keluarganya sudah menempati rumah mungil tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya