Beberapa kebiasaan gaya hidup seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok pada saat kehamilan ditemukan dapat menyebabkan keguguran dini dan keguguran dalam trimester berikutnya. Mengoptimalkan kesehatan menjelang kehamilan dapat membantu mengurangi risiko keguguran.
“Sebagian besar wanita tidak menyadari bahwa mereka hamil sampai beberapa minggu setelah masa haid mereka. Pada saat itu, sumsum tulang belakang janin telah terbentuk dan jantung berdetak. Mempersiapkan kehamilan dengan melakukan diet dan olahraga, membatasi stres, mengoptimalkan gangguan medis kronis, dan mulai mengkonsumsi vitamin prenatal sangat ideal untuk semua kehamilan. Namun, bahkan ini tidak dapat meminimalkan risiko keguguran jika itu terjadi karena kelainan kromosom.”, ujar Dr. Zobel.
5. Komplikasi Fisik
Dr. Zobel melaporkan bahwa adapula kejadian keguguran yang kurang umum, tetapi masih signifikan yang dapat disebabkan oleh masalah fisik dengan si Ibu, seperti kelainan rahim (termasuk septum atau polip) dan ketidakmampuan serviks. Namun, ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, kehilangan akibat komplikasi fisik akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga.
6. Gangguan Pembekuan Darah
Seperti kelainan fisik, keguguran yang disebabkan oleh kelainan pembekuan darah lebih jarang terjadi, tetapi memang terjadi. “Saya tidak jarang menemukan kasus keguguran yang disebabkan gangguan pembekuan darah,” jelas Dr. Nowacki, “Tapi itu tidak umum seperti alasan lainnya.”, tambahnya.