Sebelum pengangkatan embrio, rahim membesar dan kembali ke ukuran normal setelah aborsi. Proses ini kadang-kadang menghasilkan kram yang menyakitkan pada wanita. Banyak wanita mengalami kram ekstrem pada hari ketiga dan keempat setelah aborsi dan cenderung melewati gumpalan darah.
Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, minum air hangat dan menempatkan bantal pemanas dapat membantu meringankan rasa sakit. Jika rasa sakit masih berlanjut dan Anda terus mengeluarkan gumpalan darah, cari bantuan medis karena ada kemungkinan beberapa bagian janin tertinggal di dalam rahim Anda. Kondisi ini dikenal sebagai aborsi tidak lengkap.
3. Pendarahan Berat
Setelah aborsi, seorang wanita dapat mengalami pendarahan ringan hingga berat, keputihan kecoklatan dan gumpalan darah. Beberapa mungkin mengalami pendarahan hebat yang dapat berlangsung selama 3-4 minggu.
Jika pendarahan membuat Anda mengganti pembalut setiap 2 atau 3 jam dan mengakibatkan datangnya rasa pusing, itu tentu bukan pola yang normal. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter karena kemungkinan rahim Anda terluka.