Dalam kesempatan itu dirinya menjelaskan ada beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh para pemula. Pertama, mereka terlalu fokus pada jarak. Tak sedikit pelari pemula yang belum apa-apa ingin menempuh jarak yang lumayan jauh.
"Misalnya saya terbiasa lari 20 km. Lalu ada pelari pemula yang melihat saya dan ingin berlari dengan jarak tersebut juga, padahal belum pernah melakukannya. Hal itu bisa membuat dia jadi cedera, kapok, dan tidak mau lagi lari," ujar pria yang juga penah menjadi fisioterapis bagi pemain timnas sepakbola Indonesia.
Menurut Ibo, para pelari pemula seharusnya melihat kemampuan tubuh untuk berlari. Misalnya mencoba lari satu putaran tanpa berhenti. Jika sudah bisa, pelan-pelan jadikan lari sebagai rutinitas. Bila sudah terbiasa, dalam 3 minggu reaksi tubuh sudah baik sehingga perlahan jarak bisa ditingkatkan.
Baca Juga: Unik, Lihat Gaya Ibu-Ibu yang Pilih Yoga di Tepi Sawah