Nutrisi ibu hamil merupakan salah satu faktor utama penentu kesehatan ibu dan janin. Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dan gaya hidup yang kurang baik akan memperburuk kandungan Anda. Namun ternyata berlebihan asupan juga tak baik loh moms.
Kenaikan berat badan (obesitas) yang berlebihan selama kehamilan dapat memiliki dampak besar pada kesehatan Anda dan kesehatan bayi Anda. Cari tahu tentang kemungkinan komplikasi, rekomendasi untuk penambahan berat badan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kehamilan yang sehat.
Obesitas didefinisikan sebagai memiliki jumlah lemak tubuh yang berlebihan. Pengukuran berdasarkan tinggi dan berat badan - disebut indeks massa tubuh (BMI) - sering digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami obesitas.
Namun ternyata berat badan yang naik dengan berlebihan itu tak baik loh moms untuk ibu hamil, karena hal tersebut dapat merusak kesuburan Anda dengan menghambat ovulasi normal. Bahkan pada wanita yang berovulasi teratur, semakin tinggi BMI, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk hamil. Obesitas juga dapat mempengaruhi hasil fertilisasi in-vitro (IVF). Ketika BMI Anda meningkat, demikian pula risiko IVF yang gagal.
Obesitas selama kehamilan juga banyak meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan loh moms! “ Efek obesitas akan berpengaruh pada risiko keguguran, lahir mati dan keguguran berulang, Diabetes gestasional.
"Komplikasi kehamilan ditandai oleh tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, seringkali ginjal (preeklampsia), disfungsi jantung, sleep apnea, bahkan persalinan akan sulit, “kata dr. Diana Suganda, M.Kes, Sp. Gizi klinis. saat talkshow 'Cara Mudah Jadi Milenial Mums yang Peduli Nutrisi' bersama Teman Bumil X Tokopedia di Tokopedia Tower, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.
Selain itu, obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi bayi, termasuk secara signifikan lebih besar dari rata-rata (makrosomia janin) dan memiliki lebih banyak lemak tubuh dari biasanya, yang meningkatkan risiko sindrom metabolik dan obesitas pada masa kanak-kanak, memiliki cacat lahir dan obesitas membuat lebih sulit untuk mendeteksi kondisi ini dengan USG
Moms, berat badan pra-kehamilan dan BMI Anda, serta kesehatan Anda dan kesehatan bayi Anda, semuanya berperan dalam menentukan berapa banyak berat badan yang Anda butuhkan untuk bertambah selama kehamilan. Bekerja dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk menentukan apa yang terbaik dalam kasus Anda dan mengatur berat badan Anda selama kehamilan.
"Jika ibu sebelum hamil malnutrisi, berat badannya 45 kilogram, naiknya boleh lebih banyak," jelas dr. Diana.
Lalu berapakah berat badan yang ideal untuk ibu hamil?
Menurut dr. Diana F. Suganda, saat hamil, kenaikan berat badan ibu pun ada batasannya. Jika ibu sebelum hamil berat badannya normal, maka kenaikan berat badan saat hamil dalam batas 11, 5-16 kilogram. Namun, bila sebelum hamil ibu sudah overweight berat badan yang boleh naik semakin sedikit, yaitu 7-12 kilogram. “Berbeda lagi jika ibu sudah mengalami obesitas saat sebelum hamil, maka kenaikannya hanya boleh sampai 9 kilogram saja,” tutupnya
(Helmi Ade Saputra)