Konon, pada abad-19 kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk dibudidayakan. Bibit kopi itu pun masuk ke Kabupaten Bengkulu Utara. Desa Tanah Hitam, tepatnya. Masuknya bibit kopi itu kala itu untuk menggantikan pohon kopi Arabika yang terserang hama penyakit.
Baca Juga:
Viral Pamer Foto Jendela Pesawat, Netizen Tertipu Massal
Asisten Pribadi Menteri Susi Pudjiastuti Tulis Surat Pengunduran Diri, Netizen Terharu!
Kopi yang memiliki aroma khas nangka ini memiliki beberapa karakteristik. Seperti, ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan kopi arabika dan robusta. Lalu, cabang primer dapat bertahan lama dan dalam setiap cabang buku dapat keluar bunga atau buah lebih dari satu kali.
Kemudian, berbuah sepanjang tahun, dapat tumbuh di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Sementara kopi robusta memiliki karakteristik batang lebih kokoh dan sedikit lentur, memiliki daun yang lebar, buah kopi bergerombol.