Ada makna dibalik sikap tersebut, dimana tangan kanan adalah tangan yang sering berbuat kesalahan sehingga perlu ditutupi (oleh tangan kiri) sewaktu bersoja/pai, untuk memberi penekanan kepada rasa hormat sekaligus meminta maaf atas kesalahan selama ini.
Sikap kelima adalah Yang Bao Yin atau yang diartikan “kita semua harus memupuk sifat yang baik”. Ada dua teknik soja atau pai yang berbasis Konghucu dan Tao. Jika Tao sikap soja nya ke sistem perhitungan waktu dan jalan darah sedangkan yang berbasis Konghucu diartikan sebagai Yin dan Yang, Ibu, dan Ayah.
BACA JUGA : Digigit Nyamuk 5 Tahun Lalu, Kaki Hussain Kini Mengeras bak Batu
Posisi tangan dibawah ulu hati untuk ditujukan kepada derajat yang lebih rendah, seperti anak, keponakan, atau cucu. Sedangkan posisi tangan sejajar untuk yang satu level, seperti sepupu atau saudara. Posisi tangan sejajar mulut untuk derajat yang lebih tinggi, seperti ibu, ayah, paman, kakek, nenek dan lainnya. Terakhir, posisi tangan sejajar dahi adalah pai untuk dewa atau "Tuhan".
(Martin Bagya Kertiyasa)