Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Festival Imlek dan CGM 2019 ini. Dia mengaku optimis dengan even yang dikomandoi Hengky Setiawan akan terselenggara lebih sukses, berkualitas dan meriah.
“Guna menyukseskan pelaksanaan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, kita berharap adanya dukungan, dan kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya dari pemerintah, atau panitia saja, tetapi seluruh elemen masyarakat juga perlu memberikan dukungannya,” harap dia.
Tjhai Chui Mie mengatakan kesuksesan Tahun Baru Imlek dan CGM merupakan cerminan dari kondisi masyarakat Kota Singkawang secara keseluruhan. Jika acara sukses dan meriah, maka yang berbangga, bukan hanya pemerintah dan panitia, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat.
“Kita juga optimis, perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2019 akan terlaksana lebih baik dari tahun lalu. Sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap tahun perayaan Imlek dan Cap Go Meh, selalu berlangsung dengan sangat meriah dan sukses. Kesuksesan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Namun, saya percaya, apabila didukung oleh semua pihak, maka apa yang kita inginkan pasti akan tercapai,” katanya.
Ia menambahkan, setidaknya ada beberapa langkah untuk menyukseskan Festival Imlek dan CGM 2019 ini. Diantaranya, melakukan promosi semaksimal mungkin, baik melalui media cetak maupun media sosial.
"Sehingga langkah panitia untuk promosi dinilai tepat. Hal itu sangat akurat untuk momen yang sangat dinantikan oleh banyak masyarakat ini. Mulai dari sekarang, kegiatan harus kita promosikan, mulai persiapan hingga pelaksanaan acara nanti,” katanya.
Menurutnya, perayaan Imlek dan CGM di Kota Singkawang merupakan even terbesar di Indonesia, yang memiliki keunikan dan sulit ditemui di daerah lain. Bahkan di negeri Tiongkok sekalipun.
Baca Juga:
Tragis, Pramugari Ini Dipaksa Ceboki Pria Gemuk di Toilet Pesawat
“Khusus Cap Go Meh di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan pawai karnaval tatung, naga dan barongsai serta pagelaran multi etnis yang diikuti seluruh paguyuban. Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian warisan budaya di Singkawang tapi juga simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis,” katanya.
Dengan dilaksanakannya multi even tersebut, membawakan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama para pelaku usaha seperti ke pengelola hotel, restoran, rumah makan, pengelola obyek wisata.
“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa setiap tahun menjelang perayaan Imlek dan cap Go Meh, akan dikunjungi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan even tahunan itu. Terlebih Cap Go Meh ini merupakan even yang sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari Unesco,” katanya.
Untuk itu, dia mengajak semua komponen masyarakat, termasuk para pengelola hotel, restoran, rumah makan dan pengelola obyek wisata untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksananaan even ini.
(Santi Andriani)